Dongeng Anak: Kisah Pangeran yang Tidak Suka Makan Sayur

Dongeng Anak: Kisah Pangeran yang Tidak Suka Makan Sayur

Apakah adik-adik termasuk salah satu anak yang tidak suka makan sayur? Jika ya, pasti kamu selalu beralasan ketika disuruh makan sayur.

Padahalkan sayur merupakan kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi setiap hari agar tubuh adik-adik tidak mudah sakit dan lebih kuat.

Jika adik tidak percaya, yuk baca kisah dongeng berikut ini. Kisah ini berisi pengalaman sang pangeran yang pada akhirnya suka makan sayur.

Kisah Pangeran yang Tidak Suka Makan Sayur

Pada zaman dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang tinggal di sebuah kerajaan. Mereka hanya mempunyai seorang anak laki-laki  yang diberi gelar pangeran muda.

Pangeran itu terkenal sebagai sosok yang pemberani, baik hati, dan suka berbagi. Namun, satu-satunya masalah pangeran adalah dia tidak suka makan sayuran!

Padahal kan sayuran enak dan memiliki kandungan gizi yang banyak. Karena ayahnya sudah semakin tua dan tidak sanggup memerintahkan kerajaan lagi, maka diusulkanlah untuk menggelar acara penyerahan tahta kepada sang pangeran.

Namun sebelum acara itu berlangsung, muncul dalam banyak keraguan dalam benak pangeran. Akhirnya, suatu hari pun dia memanggil guru besar kerajaan.

"Selamat datang, guru yang hebat!" ujar pangeran.

"Apa yang mengganggumu, wahai pangeran muda?" tanya guru besar itu.

"Saya akan segera diangkat menjadi raja, tapi saya tidak tahu apakah saya sanggup menjadi raja yang baik. Saya tidak tahu kualitas apa yang harus saya miliki," jawab pangeran dengan nada sedih.

"Hmm... Mungkin aku bisa membantu. Apakah kamu makan sayuran?" tanyanya lagi.

"Ya, saya tahu jenis makanan itu. Tapi, saya tidak suka dengan sayuran," kata pangeran kepada guru besar.

"Pangeran, mungkin kamu belum menyadari, tapi ada banyak hal yang bisa mereka ajarkan kepada kita. Di situlah letak jawaban atas semua pertanyaanmu," tutur guru besar.

Pangeran pun tidak dapat memahami apa yang dikatakan guru besar itu. Kemudian, guru besar itu kembali menjelaskan lebih jauh dan berkata,

"Kadang-kadang, kamu harus menjadi seperti terong ungu yang dilengkapi mahkota, tapi kamu juga harus menjadi seperti labu yang tumbuh dengan rendah hati dan dekat dengan tanah. Kemudian berdirilah seperti ladyfingers (kubis manis) yang gagah, perkasa, dan bermartabat tinggi. Akan tetapi tetaplah ramah seperti kentang yang mudah berbaur dengan semua.

Pangeran terkejut melihat bagaimana guru besar itu menghubungkan tugas pangeran dengan sifat-sifat yang dimiliki setiap sayuran.

Guru besar itu kemudian melanjutkan, "Tapi, di depan para tetua dan guru, kamu harus seperti lobak yang polos. Terkadang, kamu juga harus seperti bau bawang yang bisa membuat lawanmu menangis, tapi kamu juga harus bisa seperti kembang kol yang murah hati, kamu harus membuat orang-orang di sekitarmu bahagia!"

"Wow! Pelajaran apa ini! Jawaban ini seolah-olah telah menyelesaikan semua masalahku," ujar pangeran.

Ia pun berterima kasih kepada guru besar itu, guru besar pun sangat senang bisa membantu permasalahan pangeran.

Sejak hari itu, pangeran pun mulai suka memakan semua sayuran dan dia menjadi raja terbaik yang pernah memimpin kerajaan tersebut.

Pesan Moral:

1. Sayuran sangat baik untuk kesehatan, maka biasakanlah mengonsumsinya setiap hari

2. Terdapat banyak pelajaran dari jalan hidup tumbuhan, seperti yang dijelaskan oleh guru besar

Wah menarik sekali ceritanya ya adik-adik, selain sayuran dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh ternyata sifat-sifat dari jenis sayuran juga bisa dijadikan pelajaran agar dapat menjadi sosok yang lebih baik.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Dongeng Rusa dan Kura-kura Serta Pesan Moralnya

Dongeng Sebelum Tidur : Putri Berambut Merah dan Burung Berwarna Emas