DONGENG FABEL : KISAH TINKERBELL

Inilah dongeng populer tentang peri kecil yang riang dan gemar bermain. 

Awal kisah, semua peri sedang berkumpul, dihari istimewah taburan pixie hollow. Peri baru lahir bernama Tinkerbell.

Ratu Clarion menyambut peri yang baru lahir dan lalu berkata, “kau lahir dari tawa, berpakaian gembira, kebahagiaan telah membawamu kesini”.

Para peri membantu Tinkerbell menetukan bakatnya, beberapa jenis bakat telah diberikan para peri kepada Tinkbell seperti bungan, air, cahaya, tapi semuanya yang disentuh Tink redup dan tak mau mendekat dan bahkan hilang.

Kemudian, Tinkerbell melewati sebuah palu, palu itu bersinar dan bahkan mendektatinya. Saat itulah dia sadar bahwa Tinkerbell adalah peri yang suka bermain-main.

Para Peri datang berkerumun untuk menyambut Tinkerbell. Tink sangat senang bertemu dengan peri lainnya, namun dia juga sedih, Tink tidak terlihat mewah seperti peri lainnya.

Teman baru Tink yaitu Clank dan Bobble, mengajaknya berkeliling di Pixie Hollow. Ia melihat semua peri bersiap-siap untuk musim semi.

“Ini adalah perubahan musim,” jelas Bobble. Ada banyak hal yang terjdi, Tink senang melihat senang melihat semua hal baik yang dibuat para peri. Peri Mary kepala peri pekerja, dia menyuruh Clank dan Bobble untuk mengirimkan kreasi mereka keseluruh peri dengan cepat.

Mereka akan membutuhkan barang-barang didaratan. “Daratan? Kedengarannya menarik!” teriak Tink.

Peri yang bermain-main menjukkan kepada Ratu, apa saja yang telah mereka buat. Salah satu kreasi Tinkerbell masih belum sempurna. Tink akan memperbaikinya tepat waktu untuk membawanya kedaratan.

Sang Ratu mengatakan kepada Tink bahwa peri bermain-main tidak pergi kedaratan. “Karyamu ada disini di Pixie Hollow,” kata ratu Clarion.

Tinkerbell kecewa dengan pernyataan itu. Peri Mary mengatakan kepadanya bahwa dia harus bangga dengan siapa dirinya. Tapi Tinkerbell tidak bisa menerima ucapan dari Peri Mary.

Dia ingin menjadi peri taman seperti peri lainnya, dia meminta bantuan pada teman-temannya. Akhirnya teman-temannya pun berusaha membantu keinginan Tink. Yang pertama Silvemist, mengajarkan Tink menjadi peri air. Tapi tidak pandai menggunakan air.

Kemudian, Iridessa mncoba mengajarkan Tink bagaimana mejadi peri cahaya, tatapi Tink selalu gagal mencoba. Lalu Fawn, mencoba menunjukkan kkepada Tink bagaimana menjadi peri binatang, tetapi Tink tidak juga pandai menggunaka hewan.

Tink melihat seekor burung besar terbang di langit. Tink berfikir mungkin burung itu bisa membantu. Lalu burung tersebu terbang kearah Tink. “Elang!” teriak para peri saat mereka berlari mencari perlindungan, Tink melompat kedalam lubang untuk bersembunyi. Lubang itu adalah tempat persembunyian Vidia, Vidia pun ikut dikejar Elang.

Peri lainnya menyerang Elang dengan buah beri. Lalu Vidia aman tapi dia merasa sangat marah. Tink mencoba membantu membersihkan barang-barang Vidia yang berantakan karena ulah Elang tadi, tetapi Vidia menolak dan tidak menginginkan bantuan dari Tink.

Tink merasa sedih, Tink merasa tidak berguna. Bahkan dia tidak bisa menahan tetesan air, ia tidak menahan sinar cahaya, dan bayi burung takut padanya.

Tink pergi pantai, dia ingin sendirian. Disana ia menemukan kotak musik yang rusak. Tink dengan cepat memperbaikinya, teman-temnanya memperhatikannya dari jauh.

Mereka kagum dengan bakat Tink yang bisa memperbaiki kotak musik tersebut. Tapi rasa ingin ikut pergi kedarata masih ada di hatinya.

Pada harapan terakhirnya, Tink pergi ke Vidia untuk meminta bantuan. Tapi Vidia masih marah kepadanya. Lalu Vidia mendapatkan ide jahat, Vidia menyuruh Tink untuk menangkap Sprinting Thistles untuk membuktikan bahwa dia adalah peri taman. Itu pekerjaan yang sangat berbahaya, tapi Tink harus mencobanya karena itu menjaadi kesempatan terakhirnya.

Dia pun membuat kandang untuk menangkap Thistles.

“Berhasil” teriak Tink, Thistles berhasil dimasukkan kedalam kandang. Tapi kemudian, Vidia menghembuskan angin yang kencang, lalu gerbang kandang pun terbuka dan para Thistles pun berlari berhamburan keluar.

Tink kehilangan kendali atas mereka. Para Thistles berlari kesana kemari melewati  Springtime Square (alun-alun musim semi). Mereka menghancurkan semua persediaan musim semi, semua orang dibuat kesal oleh kejadian ini. Musim semi harus dibatalkan, Tinkerbell pun terbang karena merasa malu.

Tinkerbell memutuskan untuk meninggalkan Pixie Hollow selamanya. Saat akan meninggalkan Pixie Hollow, dia terhenti untuk terakhir kalinya di bengkel tinker. Ia melihat sekeliling dan mendapatkan ide, ia tau cara menyelamatkan musim semi.

Di Springtime Square , Vidia dihukum karena membantu Thistles melarikan diri dan membuat orang bersedih karena musim semi tidak akan datang.

Tiba-tiba Tink datang dan memberitahukan idenya. Dia meminta bantuan kepada peri lainnya karena idenya ini tidak bisa dilakukan dirinya seorang. Dalam sekejap, kreasi Tink mengisi ember dengan cat dan biji beri. Akhirnya semua pun bersiap untuk musim semi.

Ratu Clarion memuji perbuatan Tinkerbell, Tink merasa senang, dan membalas pujian dari sang Ratu “ Kita semua akan melakukannya”.

Karena ulahnya yang sangat membantu untuk persiapan musim semi, akhirnya Tinkerbell diperbolehkan ikut untuk menyambut musim semi. Tinkerbell adalah peri yang suka mengotak-atik dan banyak yang bangga akan kemampuannya tersebut.

Tamat.

Sekian cerita yang kami sampaikan diatas, semoga kalian dapat mengambil sisi baik dari kisah diatas ya.
semoga beramanfaat..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Ciri-ciri Dongeng