Dongeng Anak Sebelum Tidur : Kisah Naga dan Pangeran

 


Kebiasaan membacakan dongeng untuk sang buah hati merupakan suatu tradisi yang terjadi secara turun menurun. Kegiatan ini juga terbilang cukup mudah, namun bermanfaat. Membacakan dongeng kepada sang buah hati sebelum ia tidur mampu mengirimkan sinyal kepada otak sang buah hati, bahwa mereka siap untuk tidur.

Nah, sebagai referensi tambahan dongeng untuk sang buah hati, berikut kami telah merangkum dongeng anak sebelum tidur yang berjudul kisah naga dan pangeran. Ingin tahu bagaimana kisahnya? Yuk simak ulasan berikut.

Kisah Naga dan Pangeran

Dahulu kala di sebuah kerajaan yang jauh, ada seorang pangeran yang punya banyak naga peliharaan. Dari banyaknya peliharaan naga tersebut, ada seekor naga yang amat pandai bernama Smarton. Ada seekor yang amat cantik bernama Prettin. Ada seekor yang amat besar dan kuat bernama Bigon, dan ada seekor naga yang dapat terbang dengan amat cepat bernama Faston.

Sang pangeran memiliki seekor naga lagi yang tidak punya keistimewaan apa pun. Namanya Plainon. Sang pangeran menyayangi semua naganya. Tapi Smarton, Prettin, Bigon, dan Faston tidak habis pikir mengapa Pangeran menyayangi Plainon juga.

Menginjak usia tertentu, sudah waktunya bagi para naga untuk bersumpah setia kepada pemilik mereka. Upacara itu begitu agung.

Suatu hari, terjadi peristiwa buruk. Sang pangeran diculik oleh penyihir jahat!

Pasukan raja mencoba menyelamatkan Pangeran. Tetapi penyihir itu tinggal di puncak gunung tertinggi yang tidak bisa dijangkau oleh seorang manusia pun. Akhirnya, para prajurit pulang dengan tangan kosong. Ratu yang mengetahui hal tersebut merasa amat sedih.

“Kita adalah satu-satunya harapan Pangeran!” kata Bigon.

“Ya! Kita harus menyelamatkan tuan kita tercinta;” kata Faston.

“Ya kami setuju, mari kita selamatkan sang pangeran,” ucap Naga-naga yang lain setuju.

Walaupun para naga itu beranggapan Plainon tidak perlu bergabung dalam misi penyelamatan, namun Plainon memaksa untuk ikut.

”Sebagai salah satu naga milik pangeran, aku juga punya hak untuk ikut,” katanya.

Akhirnya Plainon pun diizinkan untuk ikut.

Dengan kepintarannya, Smarton memikirkan rute terdekat menuju puncak gunung. Faston terbang lebih dulu untuk memastikan jalur itu aman.

Setelah berjalan beberapa lama, mereka melewati sebuah tempat yang indah. Di sana tinggal banyak putri cantik.

”Lihat!” Seekor naga menunjuk ke arah Prettin.

Putri-putri lainnya mulai memanggil Prettin untuk turun dan tinggal bersama mereka.

“Maaf, teman-teman. Aku tidak bisa terus bersama kalian,” kata Prettin.

”Kita belum tentu berhasil menemukan tuan kita dan istana itu adalah tempat tinggal idamanku;” lanjutnya dan dia pun terbang turun.

Tak lama kemudian, mereka melewati Negeri Raksasa. Melihat Bigon, para raksasa itu terkagum-kagum.

“Ayo, tinggallah bersama kami!” kata mereka.

Maka Bigon meninggalkan Leman-temannya untuk tinggal bersama para raksasa. Setelah itu mereka melewati arena balap. Faston terkagum-kagum melihat piala yang besar dan mengilap.

”Maaf , teman-teman. Di sinilah tempatku yang semestinya;” katanya dan dia pun pergi.

Smarton dan Plainon sudah cukup dekat dengan puncak gunung. Mereka terbang melewati sebuah universitas yang megah. Smarton melihat sebuah plang bertuliskan,

“Dibutuhkan: Pengajar” dan dia pun meninggalkan misinya untuk memulai hidup baru.

Ditinggal sendirian, Plainon sangat ketakutan. Bagaimana dia dapat menyelamatkan sang pangeran tanpa bantuan teman-temannya? Apalagi dia hanya naga yang biasa-biasa saja! Tapi dia teringat akan sumpah setianya dan melanjutkan misinya.

Plainon tiba di tempat si penyihir, dan segera berhadapan dengannya.

”Oh lihat siapa yang datang!” ejek si penyihir.

”Hanya naga biasa. Begini saja, jika kau mau jadi nagaku, aku akan mengubahmu menjadi naga yang tampan, kuat, dan cepat, seperti yang selalu kau inginkan,” kata si penyihir.

Plainon memandang si penyihir dan melihat ke arah sang pangeran yang terikat tanpa daya di dinding. Dan dia pun menyerang si penyihir sekuat tenaga. Tidak mudah untuk mengalahkan si penyihir. Namun, Plainon terus berusaha dan tidak menyerah.

Plainon akhirnya berhasil mengalahkan si penyihir dan menyelamatkan pangeran yang disayanginya.

”Aku tahu kau akan datang untuk menyelamatkanku,” kata Pangeran.

Dan Plainon tahu, dia bukan cuma naga biasa. Dia adalah seekor naga yang setia.

Apa arti Menjadi Setia? Menjadi setia artinya memberi dukungan kepada seseorang walaupun sulit, memegang janji yang telah kita buat dan tidak pernah mengecewakan seseorang dalam keadaan sulit sekalipun.

Plainton adalah contoh sikap yang baik yang bisa adik-adik tiru.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Ciri-ciri Dongeng