Dongeng Anak Sebelum Tidur : Kisah Jack dan Pohon Kacang Ajaib

 


Si kecil punya kebiasaan mendengarkan cerita dongeng sebelum tidur bunda?

Sebagai referensi tambahan dongeng untuknya, bunda bisa membacakan dongeng anak sebelum tidur, kisah jack dan pohon kacang berikut.

Kisah Jack dan Pohon Kacang Ajaib

Dahulu kala, ada seorang ibu dan anak muda yang tinggal di sebuah desa, anak muda tersebut bernama Jack. Kehidupan mereka tergolong miskin, harta satu-satunya yang mereka miliki adalah seekor sapi, yang lama kelamaan produksi susunya sudah berkurang.

Menyadari hal itu, sang ibu pun berencana menjual sapi yang mereka miliki, kemudian uangnya akan dipergunakan untuk membeli bibit gandum, yang akan ditanam di halaman belakang rumah mereka. Keesokan harinya, Jack membawa sapi miliknya ke pasar untu dijual. Namun, di tengah jalan menuju ke pasar, Jack bertemu dengan seorang kakek.

Sang kakek menegurnya,” Hai Jack, maukah engkau menukar sapimu dengan kacang ajaib ini?”.

“Apa, menukar sebutir kacang dengan sapiku?” kata Jack terkejut.

“Jangan menghina, ya! Ini adalah kacang ajaib. Jika kau menanamnya dan membiarkannya semalam, maka pagi harinya kacang ini akan tumbuh sampai ke langit, kata kakek itu menjelaskan.

“Jika begitu baiklah,” jawab Jack.

Sesampainya di rumah, Jack menceritakan bahwa sapi milik mereka telah ia tukarkan menjadi sebutir kacang ajaib, milik seorang kakek yang ia temui di Hutan. Ibu Jack yang mendengar cerita tersebut sangat terkejut dan marah.

“Benar-benar bodoh kau! Bagaimana mungkin kita hidup hanya dengan sebutir biji kacang?” Ucap Ibu Jack

 Saking marahnya, sang Ibu melempar biji kacang tersebut keluar jendela. Tapi apa yang terjadi keesokan harinya? Ternyata ada pohon raksasa yang tumbuh sampai mencapai langit.

“Wah, ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakek itu.” Gumam Jack”.

Lalu dengan hati-hati ia langsung memanjat pohon raksasa itu.

“Aduh, mengapa tidak sampai juga ke ujung pohon ya?” Kata Jack dalam hati.

Tidak berapa lama kemudian, Jack melihat ke bawah. Ia melihat rumah-rumah menjadi sangat kecil. Akhirnya Jack sampai ke awan, di sana ia melihat sebuah istana raksasa yang mengerikan.

“Aku haus dan lapar, mungkin di istana itu aku akan menemukan makanan.” Gumam Jack.

Sesampainya di depan pintu istana, ia mengetuknya dengan keras.

“Kriek…” pintu yang besar itu terbuka. Ketika ia menengadah, muncul seorang wanita raksasa.

 “Ada apa nak?” Tanya wanita raksasa.

“Selamat pagi, saya haus dan lapar, bolehkah saya minta sedikit makanan?” Jawab Jack

“Wah, kau anak yang sopan sekali. Masuklah! Makan di dalam saja, ya!” Kata wanita raksasa itu ramah.

Ketika sedang makan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang keras, Duk Duk! Ternyata suami wanita raksasa datang. Ia adalah Raksasa Pemakan Manusia, dengan cepat wanita raksasa itu berkata pada Jack.

 “Nak, cepatlah sembunyi! Suamiku datang.” Ucap Wanita Raksasa

“Huaaa…. Aku pulang. Cepat siapkan makan!” Teriak Suami Wanita Raksasa.

 Jack menahan nafas di dalam tungku, namun sayangnya raksasa itu tetap bisa menyium aroma Jack. Lalu, ia mengintip ke dalam tungku. Cepat-cepat istrinya berkata,

”Itu bau manusia yang kita bakar kemarin, sudahlah tenang saja. Ini makanannya sudah siap.” Ucap Wanita Raksasa.

Setelah makan, raksasa mengeluarkan pundi-pundi yang berisi uang emas curiannya, sambil meminum minuman keras. Lalu, ia mulai menghitung hasil yang ia dapatkan. Tak berapa lama ia mabuk dan akhirnya tertidur. Melihat hal itu, Jack segera keluar dari persembunyiannya dan berencana pulang ke rumah. Sebelum pulang, ia mengambil uang emas hasil curian si raksasa itu sambil berjalan mengendap-endap.

Jack terus menuruni pohon kacang dan akhirnya ia sampai di rumah.

“Ibu… lihatlah emas ini. Mulai sekarang kita jadi orang kaya.” Ucap Jack girang.

“Tak mungkin kau mendapat uang sebanyak ini dengan mudah. Apa yang kamu lakukan?” Tanya Ibu Jack.

 Lalu, Jack menceritakan semua kejadian yang ia alami kepada ibunya.

“Kau terlalu berani Jack! Bagaimana jika raksasa itu datang untuk mengambilnya kembali,” Tanya Ibu Jack khawatir.

“Tidak bu, raksasa itu tidak tahu kalau aku telah mengambil uangnya.” Ucap Jack.

 Semenjak mendapatkan uang emas, tiap harinya Jack hanya bersantai-santai saja dengan uang curiannya. Tidak berapa lama, uang hasil curiannya pun habis. Jack kembali memanjat pohon kacang, untuk menuju ke istana.

“Eh kau datang lagi. Ada apa?” Tanya Wanita Raksasa.

“Selamat siang Bu. Karena saya belum makan dari pagi, perutku jadi lapar sekali.”Jawab Jack.

 Ibu yang baik itu diam saja, tapi ia tetap memberi Jack makan siang. Tiba-tiba…. Duk Duk Duk! Terdengar suara langkah kaki raksasa. Seperti dulu, Jack kembali bersembunyi di tungku.

Setelah masuk ke rumahnya, raksasa itu makan dengan lahapnya. Setelah itu ia meletakkan ayam hasil curiannya ke atas meja sambil berkata, “Ayam, keluarkan telur emasmu.”

Lalu ayam itu berkokok, “kukuruyuuk….,” ia mengeluarkan sebutir telur emas.

 Raksasa merasa puas, ia minum sake sampai akhirnya tertidur.

“Telur emas? Wah hebat!” Gumam Jack.

Diam-diam ia menangkap ayam itu dan cepat-cepat lari pulang ke rumah.

Dengan ayam bertelur emasnya, Jack kembali bersantai-santai saja.

“Daripaada kau mencuri, lebih baik bekerja di ladang saja” Ucap Ibu Jack.

Karena setiap hari ayam itu mengeluarkan telur lebih dari seharusnya, akhirnya ayam itu pun mati. Jack kembali lagi ke istana raksasa itu, dan lagi-lagi ia bersembunyi di tungku, ketika raksasa laki-laki pulang sambil membawa harpa.

Sambil minum sake, raksasa berkata,” Hai harpa, mainkan sebuah melodi yang indah.” Keajaiban pun terjadi, harpa itu memainkan sendiri sebuah melodi indah. Lagu itu membuat sang raksasa tertidur.

Jack mempunyai niat mencuri harpa itu. Ia pun mengulurkan tangannya, tapi…

”Tuan, ada pencuri…” Tiba-tiba harpa itu berteriak.

Mender harpa yang berteriak raksasa itu pun terbangun. Ia segera mengejar Jack yang berlari sambil membawa harpa milik raksasa itu. Raksasa terus mengejar, menuruni pohon kacang. Ketika hampir sampai di bawah, Jack berteriak dengan suara keras.

 “Ibuu…. Ambilkan kapak dari gudang! cepat! cepat!” Teriak Jack.

 Betapa terkejutnya sang Ibu melihat sosok raksasa yang datang mengejar Jack, ia gemetar karena amat takut. Begitu turun dari pohon, Jack segera menebang pohon kacang itu dengan kapaknya.Dengan suara yang keras, pohon kacang raksasa tersebut pun akhirnya rubuh.

Raksasa itu pun jatuh ke tanah, dan mati. Ibu sangat lega melihat Jack selamat. Sambil mengangis ia berkata :

 “Jack, jangan lagi kau melakukan hal yang menyeramkan seperti ini. Betapapun miskinnya kita bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dan jangan lupa juga untuk bersyukur kepada Tuhan, pasti kita berdua akan hidup dengan baik.” Ucap Ibu Jack.

“Maafkan Jack bu, mulai sekarang Jack akan bekerja dengan sungguh-sungguh” Ucap Jack.

Sejak saat itu, Jack bekerja dengan rajin setiap harinya, dengan harpa di sebelahnya. Harpa memainkan melodi-melodi indah yang menambah semangat kerja Jack.

Cerita tentang harpa ajaib milik Jack telah menyebar ke seluruh pelosok negeri.

Pada suatu hari, seorang putri cantik datang mengunjungi Jack. Tidak seperti biasanya, harpa memainkan sebuah melodi indah yang membuat sang Putri terpesona.

 Lalu harpa bernyanyi : “Kalau Putri dan Jack menikah, akan berbahagia.”

Mendengar nyanyian sang harpa, membuat pipi sang Putri memerah.

Akhirnya Jack menikah dengan Putri yang cantik tersebut berkat bantuan harpanya. Sejak saat itu Jack menjadi seorang raja yang suka menolong orang-orang yang kesusahan.

Tamat.

Pesan Moral :

Sesulit apapun, tetaplah berusaha dan jangan lupa untuk terus bersyukur.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Ciri-ciri Dongeng

TIMUN MAS DAN RAKSASA