Dongeng Anak Sebelum Tidur : Kisah Putri Tidur

 


Bingung ingin mengisi waktu luang bersama sang buah hati dengan kegiatan apa? Maka membaca sebuah dongeng bisa menjadi solusi. Selain menghibur, dengan membacakan sebuah dongeng kepada sang buah hati secara tidak langsung bunda juga telah mengajarkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita tersebut.

Jika sang buah hati senang dengan kisah seorang putri kerajaan, maka kisah putri tidur ini bisa menjadi pilihan. Kisah putri tidur atau lebih akrab disapa Aurora ini menceritakan tentang seorang putri kerajaan yang dikutuk oleh peri jahat.

Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk simak ulasan berikut!

Kisah Putri Tidur

Suatu ketika di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja yang bijaksana dan seorang ratu yang baik hati. Mereka memerintah kerajaan dengan damai dan sejahtera. Sayangnya mereka belum juga memiliki keturunan, yang mereka berdua inginkan selama ini.

Setelah penantian yang begitu panjang, sang ratu akhirnya melahirkan seorang putri menawan. Raja yang begitu bahagia lalu mengadakan sebuah pesta besar. Dia mengundang seluruh keluarga, teman-teman, bahkan para peri untuk menyambut kehadiran sang putri dengan cinta dari semua orang. Di dalam pesta semua orang memberikan harapan terbaik mereka untuk sang putri.

"Kita semua bahagia! Sang putri akan menjadi gadis paling menawan di kerajaan ini" ujar salah satu peri.

"Lebih dari itu ia akan menjadi seorang gadis penuh bakat lembut dan baik hati" jawab peri lainnya

Di kerajaan ini ada tiga peri pelindung yang kuat, namun Raja lupa untuk mengundang salah satu peri. Peri ketiga yang tidak diundang, tiba-tiba muncul di tengah pesta dengan wajah marah

"Bagaimana bisa kalian semua memandangku rendah? Apakah aku telah mati di mata kalian? Terkutuklah kalian semua! Terkutuklah putrimu!" ujar peri ketiga dengan marah.

"15 tahun yang akan datang, di usia emasnya, kutukan itu akan datang bersama alat tenun. Kalian semua menjadi saksi atas apa yang kukatakan ini, dan istana ini akan menyaksikan kematiannya" kata peri ketiga.

Semua orang terkejut, sementara dua peri yang lain berusaha keras menghilangkan kutukan itu. Namun kutukan itu terlalu kuat, yang bisa mereka lakukan adalah mengurangi kekuatannya.

"Yang mulia kami telah berusaha keras. Namun kutukan itu terlalu kuat!" ujar salah satu peri yang baik hati.

"Tapi sang putri tidak akan menghadapi hal paling buruk, jadi tak perlu terlalu khawatir. Hanya laki-laki yang membawakan dia cinta dalam keheningan lah yang akan membangunkannya kelak suatu saat" kata peri lainnya.

"Suatu saat, ketika pria itu datang dan memberinya cinta sejati, sang putri akan membawa kembali kehidupan di dunia. Yang harus kita lakukan adalah menjaga sang putri" lanjut peri tersebut.

Raja dan ratu pun cemas, mereka mencoba segalanya untuk menghilangkan kutukan terhadap putri mereka. Agar sang putri tetap aman, mereka melarang kegiatan menenun di seluruh kerajaan. Karena perintah itulah, semua harapan terbaik untuk sang putri terkabul. Dia kemudian tumbuh menjadi gadis serba bisa dan menawan. Tetapi hidup tak sesederhana itu, bukan?

Peri ketiga diam-diam telah merencanakan pembalasan, ia meletakkan alat tenun di sebuah sudut rahasia dalam istana. Waktu untuk membalas dendam tinggal menunggu hari, ketika sang putri mencapai usia 15 tahun, kutukan jahat peri ketiga akhirnya menjadi kenyataan. Hari itu raja dan ratu pergi menghadiri pesta di kerajaan tetangga Raja berkata kepada sang ratu

"Raja tetangga mengundang kita untuk datang ke pestanya besok," ujar raja.

"Bagaimana dengan putri kita? Bagaimana jika kutukan itu masih bekerja? Aku takut terjadi sesuatu" jawab ratu yang merasa khawatir.

"Pesta ini cukup penting. Menenun juga sudah dilarang selama lebih dari 10 tahun ini. Semua akan baik-baik saja. Kita akan kembali besok malam." jawab raja yang menenangkan ratu.

Ratu pun setuju dengan sang raja, walaupun dia tetap mengkhawatirkan sang putri. Raja dan ratu akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada putri mereka dan pergi. Sejak peri ketiga mengeluarkan kutukannya, sang putri hanya boleh berada di tiga tempat dalam istana. Yaitu kamar tidur ruang makan dan aula, tempat lain di istana dilarang baginya.

Karena orangtuanya pergi ke pesta, gadis itu akhirnya bisa merasakan kebebasannya untuk pertama kali. Ia mengikuti rasa ingin tahunya, menjelajahi setiap sudut istana yang belum pernah diinjaknya. Ia sampai di tangga, dengan hati-hati ia melangkah dan akhirnya berhenti di sebuah pintu kecil. Ia melihat ada kunci bergerak di lubang kunci. Sang putri dengan penasaran membukanya, pintu perlahan terbuka.

"ngeek..." bunyi suara pintu tua tersebut.

Sang putri melihat seorang perempuan tua dengan penuh perhatian menenun di dalam ruangan.

"Nenek apa yang sedang kau lakukan?" tanya sang putri.

"Oh Sayang, ayo duduk di sini. Aku sedang menenun." tanya peri ketiga yang jahat.

Sang putri terkejut dan terkesan melihat alat tenun yang sedang bekerja. Lalu matanya terpaku pada roda yang berputar itu.

"Oh alat ini indah sekali! Tolong izinkan aku untuk mencoba benda yang berputar cepat ini nek." kata sang putri dengan semangat.

Sang putri kemudian menyentuh alat tenun itu, dan kutukan itu pun terjadi. Jarum di alat tenun itu tiba-tiba menusuk dirinya dan membuat sang putri tertidur.

"Hahahaha! Kena kau kutukan ku" ujar peri jahat, sambil meninggalkan sang putri tertidur.

Ketika raja dan ratu datang, mereka pun merasa sedih. Begitu pun para pelayan dan peri yang merasa kehilangan sang putri. Sejak itu, sang putri dikenal dengan nama 'putri tidur' Karena hari demi hari raja dan ratu dengan semua pelayannya merasa sedih, peri baik hati tidak tega.

Mereka akhirnya mengusulkan untuk membuat raja dan ratu, dan semua pelayan untuk tidur, sampai sang putri bangun.

"Raja, bolehkah saya menidurkan semuanya? Kelak ketika sang putri bangun dari tidurnya, semuanya akan bangun secara bersama," tanya peri pada raja

"Baiklah, ini demi kebaikan kita semua." ucap raja.

Tahun-tahun telah berlalu, istana itu akhirnya ditumbuhi pepohonan yang lebat. Wilayah istana itu akhirnya berubah menjadi hutan. Suatu hari seorang pangeran yang sedang mengembara datang ke desa di sekitar istana. Ia terkejut melihat istana tua itu.

"Tuan siapakah kiranya pemilik istana itu?" tanya pangeran pada warga desa yang tinggal di sekitar istana.

"Oh istana itu, milik kerajaan sebelumnya. Sang Putri telah dikutuk tertidur selama 100 tahun bersama para pelayannya," jawab kakek tua.

"Tidur ratusan tahun? dan tidak ada yang membangunkannya?" tanya pangeran

"Aku tidak tahu pasti. Aku hanya mendengar bahwa mereka mendapat kutukan yang kuat. Ada begitu banyak pangeran yang datang tetapi tidak ada yang bisa membawa sebuah keajaiban" kata kakek itu.

Pangeran kemudian merasa penasaran dengan cerita kakek tersebut, ia memutuskan untuk menemukan rahasia di istana itu. Kemudian pangeran mulai mendatangi istana tersebut. Dengan pedang dan tamengnya, pangeran menebas setiap ranting berduri yang tumbuh mengitari istana. Hingga akhirnya ia masuk ke dalam istana tersebut.

Betapa terkejutnya pangeran ketika membuka pintu istana, ia melihat ada banyak orang yang tertidur di sana. Namun hal aneh muncul, ratusan anak panah terbang kearah sang pangeran. Tetapi dia dapat menghindari semuanya. Lalu tiba-tiba sebuah lampu kristal jatuh tepat di tempat dia berdiri. Berkat kesigapan nya lampu itu tidak bisa menimpa pangeran pemberani itu.

"Baiklah tempat yang berbahaya, aku tidak percaya hal ini bisa terjadi di istana yang indah seperti ini," kata pangeran yang heran.

Pangeran melanjutkan perjalanannya ke tempat yang lebih dalam dengan hati-hati. Ia kemudian mencapai ruangan yang penuh dengan tanaman yang merambat.

Duri yang bergerak berusaha melawan pangeran untuk menghalangi jalannya. Walaupun tanaman merambat dibabat habis oleh pedang sang pangeran, tanaman itu tumbuh kembali lebih kuat dari sebelumnya.

Pangeran berhenti memotong tanaman merambat, menyadari bahwa ia harus tenang. Ia memerhatikan ruangan dan tanaman merambat dengan hati-hati. Pangeran menemukan bahwa semuanya batang berduri ini berasal dari sebuah tempat.

"Ini dia batang utamanya, aku harus menghancurkannya dan menyelamatkan tempat ini!" ujar pangeran dengan penuh tekad.

Kemudian dia mencoba mencapai batang utama mengabaikan tusukan duri. Setelah melalui banyak rintangan akhirnya sang pangeran berhasil membebaskan diri dari duri, lalu mengambil obor dan mengubah tanaman merambat menjadi abu.

Tanaman itupun tidak bisa tumbuh lagi, akhirnya pangeran melangkah ke ruang utama tempat sang putri tertidur Meski penuh tusukan dan luka di tubuhnya, pangeran kemudian membuka pintu dan dikejutkan oleh wajah sang putri yang menawan. Ia tidak bisa mengalihkan pandangan dari sang putri.

Ia pun berpikir bagaimana cara untuk membangunkan putri tidur. Karena merasa putus asa, pangeran akhirnya mencium sang putri. Ajaibnya, sesaat setelah dicium, mata sang putri terbuka! Sang putri kemudian menatap pangeran dengan hangat dan bertanya.

"Siapakah kau? Bagaimana kau bisa masuk kekamarku?" tanya sang putri.

Senyum cerah muncul di wajah pangeran, lalu ia pun menceritakan semuanya. Mereka pun terus berbincang lalu berjalan keluar dari pintu, sang putri melihat bahwa semua orang di istana pun terbangun.

Semua orang berterima kasih kepada pangeran, raja dan ratu merasa bahwa pria ini pemberani dan memiliki kebaikan yang luar biasa.

"Terima kasih, kau telah menyelamatkan putri kami dan kerajaan ini," ungkap raja pada pangeran.

Tak lama kemudian sang putri dan pangeran pun saling jatuh cinta, pernikahan mereka begitu indah. Mereka berdua pun hidup bahagia selamanya.

Tamat.

Kisah Moral :

Dendam bukanlah sesuatu yang baik, maka jangan menyimpan dendam untuk siapapun. Oke?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Ciri-ciri Dongeng