Dongeng Anak: Kisah Anak Katak dan Anak Lembu

 


Pernahkah adik-adik mendengar dongeng yang berjudul kisah anak katak dan anak lembu ini? Dongeng fabel yang satu ini mengisahkan seekor katak besar dan kuat, sehingga katak tersebut menjadi sombong. Namun secara tidak sengaja, anak lembu menjilat katak ketika anak lembu tengah memakan rumput.

Hal tersebut pun membuat katak merasa marah dan tanpa berfikir panjang menunjukkan kebolehannya di depan anak lembu. Bagaimana, ingin tahu bagaimana kelanjutan kisahnya? Mari kita baca bersama!

Kisah Anak Katak dan Anak Lembu

Pada suatu hari, di tengah padang rumput yang luas, ada sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh ekor katak. Dan diantara berpuluh-puluh katak itu ada seekor anak katak yang bernama Kethus. Si Kethus adalah anak katak yang berbadan besar dan paling kuat. Karena kelebihannya itu, Si Kethus pun menjadi  sangat sombong.

Kethus merasa dia lah yang paling besar dan kuat diantara anak-anak katak lainnya dan tidak ada anak katak seumuran dia yang bisa mengalahkannya. Sebenarnya, kakak dari Si Kethus sudah seringkali menasehati adiknya agar tidak bersikap angkuh dan sombong terhadap teman-temannya. Akan tetapi, Si Kethus tidak pernah menghiraukan nasihat dari kakaknya itu.

Karena kesombongannya, teman-teman Si Kethus mulai menghindarinya dan pada akhirnya Kethus tidak memiliki teman lagi. Singkat cerita, di suatu pagi yang cerah, Si Kethus sedang berlatih melompat. Saat sedang melompat, disitu juga ada seekor anak lembu yang sedang bermain. Terlihat sekali anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu.

Si anak lembu itu terlihat gembira sekali. Ia berlari-lari sambil sesekali menyegok rumput yang segar dan dengan tidak sengaja lidah si anak lembu tersebut mengenai tubuh Si Kethus. Si Kethus pun marah sambil menggumam di dalam hatinya,

“Huh, berani sekali makhluk ini mengusikku”, ujar Si Kethus sambil menjauhi anak lembu itu.

Sebenarnya, si anak lembu itu tidak berniat untuk mengganggu Si Kethus, namun karena kebetulan pergerakan si anak lembu dan Si Kethus sama, hingga menyebabkan Kethus menjadi cemas dan melompat menyelamatkan diri.

Dengan napas yang terengah-engah, Si Kethus sampai di tepi kolam. Melihat Si Kethus sangat kecapekan, kawan-kawannya pun tampak keheranan.

“Hei Kethus, kau nampaknya lelah sekali sampai terengah-engah. Mukamu juga terlihat sangat pucat sekali, ucap salah satu temannya.

“Tidak, aku tidak apa-apa. Aku hanya cemas saja, kau lihat makhluk di tengah padang rumput itu? Aku tidak tahu makhluk apa itu. Akan tetapi makhluk itu sangat sombong dan hendak menelanku,” kata Si kethus kepada teman-temannya.

Tak lama, kakak Si Kethus datang menghampirinya dan berkata,

“Makhluk itu adalah anak lembu, Kethus. Dan sepengetahuanku, anak lembu itu tidak jahat. Mereka memang bisa dilepaskan di padang rumput ini setiap pagi” ucap kakak Kethus menjelaskan.

“Kenapa kakak bisa bilang makhluk itu tidak jahat? Aku hampir saja ditelannya tadi,” kata Si Kethus.

“Tidak mungkin Kethus, karena lembu hanya makan rumput saja. Dia tidak makan katak ataupun ikan,” jawab kakak Kethus.

“Kakak, aku tidak percaya kalau makhluk itu tidak makan katak. Tadi saja aku dikejarnya dan hampir ditendang olehnya,” celah Si Kethus.

Kemudian, sifat sombong Si Kethus pun muncul dan berkata kepada kawan-kawannya,

“Hei kawan-kawan, sebenarnya aku bisa saja melawan makhluk itu dengan menggembungkan diriku,” sombongnya dengan bangga.

“Lawan saja Kethus, lawan makhluk itu, kamu pasti menang,” teriak kawan-kawan Si Kethus.

Mendengar itu, kakak Si Kethus mengingatkan adiknya,

“Sudah lah Kethus, kau tidak akan bisa menandingi lembu itu. Itu sangat berbahaya, bisa-bisa kau akan mendapat celaka. Sudah hentikan,” ucap kakak Kethus mengingatkan.

Akan tetapi, Si Kethus tidak memperdulikan omongan dari kakaknya. Si Kethus terus saja menggembungkan dirinya karena mendapatkan dorongan dari teman-temannya. Sebenarnya, teman-temannya sengaja hendak memberi pelajaran kepada Si Kethus yang sombong itu.

“Ayo Kethus, ayo sedikit lagi, teruskan,” teriak teman-temannya seakan-akan menyemangati Si Kethus.

Tiba-tiba, Si Kethus jatuh lemas karena dia menggembung terlalu besar. Si Kethus pun merasakan perutnya sangat sakit dan perlahan-lahan dikempiskannya. Melihat keadaan adiknya yang jatuh karena lemas, kakaknya pun membantu.

“Syukurlah kau tidak apa-apa,” ucap kakak Kethus.

Singkat cerita, Si Kethus pun telah sembuh dari sakitnya dan ia mengerti jika dirinya jatuh sakit karena kesombongannya.

Tamat.

Pesan Moral:

Sombong bukanlah tindakan yang baik ya adik-adik. Sombong hanya akan membawa pemiliknya ke dalam masalah yang lebih besar. So, tetaplah rendah hati ya sayang. Sebab, di atas langit masih ada langit. Sampai bertemu kembali…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Ciri-ciri Dongeng