Dongeng Fabel : Kisah Ikan dan Burung

 


Siapa nih diantara adik-adik sekalian yang sudah tahu apa itu dongeng fabel?

Jika dilihat secara etimologis, fabel berasal dari bahasa latin yah adik-adik. Fabel berarti cerita tentang kehidupan hewan dengan perilaku manyerupai manusia. Tiap daerah dan tiap negara memiliki cerita fabel pada zaman dahulunya sendiri.

Membaca dongeng fabel juga memberi banyak manfaat loh, adik-adik. Selain membantu adik agar bisa tidur malam tepat waktu, dongeng fabel juga memberi pelajaran moral tentang kehidupan. Nah, kali ini kita akan membaca dongeng fabel yang berjudul kisah ikan dan burung. Penasaran bagaimana ceritanya? Mari kita baca bersama.

Kisah Ikan dan Burung

Pada zaman dahulu, hiduplah dua hewan yang hidup dengan rukun, yakni ikan dan burung. Meskipun dunia mereka berbeda, Ikan hidup di air sedangkan Burung di udara, keduanya tetap dapat bersahabat dalam perbedaan tersebut.

Persahabatan tersebut tidak muncul begitu saja. Kedekatan Ikan dan Burung ini berawal di suatu hari, saat sang Ikan melihat biji-bijian yang ada di pohon tepi sungai. Lantas, Ikan pun membatkan sang burung untuk memperoleh biji-bijian tersebut.

"Biji-bijian itu nampak sangat lezat. Tapi apa daya, aku tidak bisa mengambilnya." Gumam Ikan.

Karena sangat menginginkan biji-bijian tersebut, Ikan pun mencoba untuk lompat-lompat dengan harapan dapat meraih biji-bijian tersebut. Namun seberapa banyak pun Ikan mencoba untuk melompat, biji-bijian tersebut tetap tidak mampu ia capai.

Tak lama setelah itu, hewan berinsang tersebut melihat seekor burung yang terbang tepat diatas sungai. Burung tersebut mampu terbang kesana-kemari dengan bebasnya. Melihat hal tersebut, Ikan pun lantas merasa iri lantaran ia tak memiliki sayap layaknya burung tersebut.

"Tuhan! Kenapa Engkau tak berikan aku sayap untuk terbang supaya aku bisa meraih biji-bijian itu?" Tanya Ikan dalam hati.

Di sisi lain, Burung yang terbang tadi pun hinggap di salah satu dahan pohon dekat sungai. Dirinya merasa kelelahan karena terbang sepanjang hari, namun ia belum juga mendapatkan makanan. Sewaktu istirahat, Burung melihat ke arah sungai. Di dalamnya, ada banyak cacing yang gemuk dan nampak begitu lezat baginya.

"Pasti cacing-cacing itu sangat enak. Badannya gemuk-gemuk sekali," Gumam Burung.

Sama seperti si Ikan, Burung lantas berusaha untuk menyelam dan mendapatkan cacing-cacing tadi. Namun malang, ia gagal karena tak sanggup berenang.

Di waktu yang sama, Burung melihat Ikan yang dapat berenang dengan bebas di dalam air. Burung lalu berucap dalam hati,

"Tuhan... Kenapa Engkau tak memberiku ekor dan sirip supaya aku bisa berenang dan menangkap cacing-cacing itu?" Tanya Burung dalam hati.

Menyaksikan Burung mencoba untuk menyelam ke dalam air, Ikan pun jadi penasaran dan lantas bertanya,

"Permisi... Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Ikan.

"Aku sedang mencoba menyelam ke dasar sungai untuk menangkap cacing, tapi aku tak kunjung berhasil." Jawab Burung.

Ternyata, Burung pun juga memiliki rasa penasaran yang sama. Burung pun lantas bertanya mengapa Ikan melompat-lompat ke udara sebelumnya.

"Sebenarnya, aku sangat menginginkan biji-bijian yang ada pada pohon itu. Tapi aku tak punya sayap sepertimu sehingga aku tak bisa mendapatkannya," Jawab Ikan.

Mengetahui nasib mereka yang sama-sama berada dalam kesusahan, Burung pun memberikan saran kepada Ikan agar mereka saling membantu.

"Kau mengambilkan cacing untukku dan aku akan ambilkan biji-bijian untukmu," Ucap Burung.

Ikan pun setuju. Lantas, Ikan yang mampu berenang mengambilkan cacing di dasar sungai dan Burung yang dapat terbang mengambil biji-bijian dari pohon.

"Ini biji-bijiannya. Makan, ya!" Ucap Burung.

"Iya, Burung. Terima kasih! Ini cacing untuk mu." Balas Ikan.

Keduanya pun bertukar makanan dan menyantapnya dengan lezat. Sejak saat itulah, Burung dan Ikan bersahabat dan saling tolong-menolong dalam kesusahan.

Tamat.

Kira-kira pelajaran moral apa yah yang diajarkan dari dongeng fabel diatas? Kalau adik-adik ada yang tahu, komen di bawah yah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Ciri-ciri Dongeng