Dongeng anak : Putri Salju (Snow White)

 


Membaca dongeng tak hanya menjadi pengantar tidur si buah hati saja, tapi juga punya banyak manfaat yang tidak kalah baiknya.

Pada kesempatan kali ini kita akan menceritakan kisah Putri Salju (Snow White) yang sangat melegenda dan mendunia. Kisah ini juga banyak diangkat ke film layar lebar. 

Kisah dongeng Putri Salju yang Cantik Jelita

Bermula dari kisah sebuah kerajaan yang begitu makmur, Raja dan Ratu sangat menantikan kelahiran anak mereka setelah menunggu sekian lama. Kemudian, lahirlah sorang putri cantik, rambutnya yang hitam dan kulitnya putih merona. Karena kecantikannya tersebut maka ia diberi nama Putri Salju.

Waktu terus berjalan, hingga Putri Salju tumbuh menjadi seorang gadis yang semakin cantik dan hatinya yang begitu baik. Raja dan Ratu sangat menyayanginya, begitu pula dengan seluruh anggota kerajaan tersebut.

Namun suatu hari Sang Ratu yang tak lain ibunya Putri Salju meniggal dunia, dan tak lama kemudian sang Raja menikah lagi dengan seorang wanita yang cantik rupanya. Ratu yang baru ini sangat bangga dengan rupanya yang cantik dan menawan.

Tapi sayang nya, Ratu yang menjadi Ibu Tiri dari Putri Salju tersebut ternyata Penyihir yang sangat jahat. Sang Ibu Tiri Putri Salju yang jahat sangat Iri dengan kecatikan Putri Salju. 

Mengapa Ibu Tiri sangat iri ? karena Ratu mempunyai cermin ajaib yang dapat menjawab setiap pertanyaan dengan jujur. Ratu berdiri di hadapan cermin ajaib dan bertanya, “wahai cermin ajaib, katakan siapa wanita yang paling cantik di negeri ini ?”

Biasanya cermin ajaib selalu menjawab, “Engkau, Ratuku adalah wanita yang paling cantik di negeri ini”.

Tapi kali ini jawaban dari cermin ajaib berbeda, jawabannya dari cermin ajaib, yaitu “Putri Salju adalah wanita yang paling cantik di negeri ini’.

Sang Ratu pun dibuat geram oleh cermin ajaib, ia pun rasanya ingin langsung menyingkirkan Putri Salju dari Kerajaan tersebut.

Sang Ratu memerintahkan tentara-tentatra untuk membawa Putri Salju pergi dari kerajaan dan membunuhnya. Rasa iri hati sang Ratu sangat lah kejam, ia tidak ingin kecantikkannya  direbut oleh siapapun, termasuk Putri Salju.

Para tentara membawa Putri Salju ke Hutan, namun tidak membunuhnya, mereka tahu bahwa Putri Salju sangatlah baik sehingga mereka tidak tega untuk membunuhnya. Putri salju akhirnya diturunkan ditengah hutan, seorang Tentara berkata kepadanya untuk pergi sejauh mungkin, jangan pernah kembali ke kerajaan karena penyihir tersebut ingin membunuhnya.

Putri salju akhirnya berlari ketengah hutan, tanpa arah tujuan, stelah berlari ia merasa kelelahan dan kehausan. Tiba-tiba ia melihat sebuah rumah yang berukuran sangat kecil, lalu ia masuk kedalam. Semua benda benda yang di dalamnya berukuran kecil dari ukuran biasanya. Putri Salju melihat kasur yang sangat kecil, sangkin tidak kuatnyanya, ia tertidur di temapt tidur tersebut.

Putri akhirnnya menyadari, ternyata rumah yang kecil tersebut milik ketujuh kurcaci. Lambat laun akhirnya Putri Salju berteman baik dengan ketujuh kurcaci. Putri Salju bahkan memasak untuk para  kurcaci sebagai persediaan makanan ketika mereka sedang mengembara di hutan.

Dalam lubuk hatinya, Putri Salju sangat merasa senang karena memiliki banyak teman. Terlebih lagi tujuh kurcaci ini sangat lah baik padanya.

Kebahagiaan Putri salju kembali terancam karena sang Ratu penyihir yang jahat mengetahui bahwa Putri Salju masih hidup. Ia juga mengetahui dimana Putri Salju tinggal. Akhirnya ia mencari cara agar bia membunuh Putri Salju secara perlahan dan tanpa diketahui siapa pun.

Sang ratu Penyihir datang menemui Putri Salju dengan menjelma sebagai nenek tua renta yang membawa sebuah apel merah. Putri Salju tidak mengetahui bahwa nenek tua itu adalah sang Ratu Penyihir. 

Nenek tua tersebut menawarkan apel merah nya kepada Putri Salju, awalnya Putri Salju ragu untuk memakannya. Karena rasa kasihanya terhadap nenek tua tersebut akhirnya ia memakan segigit apel merah yang diberikannya.

Putri Salju langsung tidak sadarkan diri dan ia pun terjatuh dan tak pernah bangun lagi. Ketujuh kurcaci yang melihat keadaan Putri Salju merasa sangat sedih dan akhirnya memberikan rangkaian bunga di sekitar Putri Salju.

Datanglah Sang Pangeran yang tampan berkuda ke hutan dan melihat seorang putri yang sangat cantik sedang tertidur dengan dikelilingi bunga yang begitu banyak. Ia langsung terpanah melihat kecantikan Putri Salju, lalu ia pun mendekatinya dan mencium tangan sang Putri. Ajaibnya, Putri Salju langsung terbangun dan racun dalam tubuhnya pun sirna. Putri yang terpanah dengan ketampanan sang Pangeran pun langsung jatuh cinta. 

Mereka pun kini hidup bahagia karena saling mencintai, dan para kurcaci juga ikut bahagia karena putri salju telah hidup kembali dan bahagia bersama sang pangeran.

Bagaimana dengan Ratu Penyihir?

Hidupnya merana tidak pernah bahagia sampai tua, dan akhirnya ia memecahkan cermin ajaibnya.

Tamat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Ciri-ciri Dongeng