Cerita Fabel: Si Kancil yang Cerdik dan Babi Hutan yang Sombong

 


Cerita fabel memang selalu berhasil mencuri perhatian anak-anak. Pasalnya, cerita fabel merupakan cerita yang menampilkan karakter hewan sebagai tokoh utamanya. Salah satu cerita fabel yang paling terkenal ialah si kancil anak nakal.

Walau sama-sama bertokoh kancil, cerita fabel yang satu ini mengandung pesan moral yang berbeda. Ingin tahu apa? Yuk simak ulasan berikut.

Si Kancil yang Cerdik dan Babi Hutan yang Sombong

Pada suatu hari, hiduplah seekor Babi yang sangat gemuk. Babi itu sangat kuat, pada mulutnya terdapat taring yang sangat tajam dan panjang. Babi tersebut adalah Raja hutan.

Babi tersebut sangat di takuti oleh hewan-hewan lainnya. tidak ada satu ekor bintang pun yang dapat melawannya. Kekuatan Babi sangat besar sehingga tidak ada hewan yang dapat mengalahkannya. Karena kekuatannya tersebut ia menjadi Raja Babi. Namun, ia sangat sombong dan angkuh.

Suatu hari, ia sedang berjalan dan melewati binatang-binatang lainnya. ia berhenti sejenak dan berkata.

‘’ Siapa yang berani melanwanku?’’ tanya Raja Babi.

Mendengar tantangan Raja Babi. Semua binatang yang ada di sana hanya terdiam. Mereka sangat takut, tidak ada satu hewan pun yang berani menjawab. Raja Babi pun menunjukkan kekuatannya dengan mendorong pohon mangga yang berada di depannya hingga tumbang. Raja Babi sangat senang karena tidak ada yang sanggup melawannya.

Pada saat Raja Babi menyombongkan dirinya. Tiba-tiba, datanglah si Kancil.

‘’ Hei kau binatang kecil! Dari mana saja kau?’’ Tanya Raja Babi.

‘’ Aku sedang berjalan-jalan mencari udara segar.’’ Jawab si Kancil.

‘’ Mengapa kamu tidak mengajakku?’’ Tanya Raja Babi.

‘’ Aku lebih senang berjalan-jalan sendirian, untuk apa aku mengajak kamu?’’ jawabnya.

Mendengar jawaban si Kancil, Raja Babi agak tersinggung. Ia sama sekali tidak menyangka binatang kecil itu berani berbicara seperti itu. Padahal selama ini tidak ada satu pun binatang yang dapat melawannya.

‘’ Apa yang kamu katakan? Apakah kamu tidak tahu bahwa aku ini Raja hutan? Aku sangat di takuti di sini ’’ ujarnya dengan nada marah.

‘’ Mengapa aku harus merasa takut padamu? Kekuatan yang kamu miliki sama seperti kekuatan yang mereka miliki! ‘’ jawab si Kancil dengan santai.

Mendengar jawaban si Kancil, membuat Raja Babi semakin marah. Kemarahnya sudah tidak dapat di tahan lagi.

‘’ Dasar kau binatang kecil yang bodoh! sepertinya aku sangat lapar dan ku lihat dagingmu sangat lezat.’’ Kata Raja Babi dengan marah.

‘’ Kamu menginginkan dagingku? Baiklah, tapi dengan satu syarat! Kamu harus mengalahkanku dalam sebuah pertandingan yang akan kita lakukan besok! Besok kita akan bertanding, siapa yang lebih kuat, jika kamu yang menjadi pemenangnya, kamu boleh memakan dagingku. Tapi, jika aku yang menang, kamu harus tunduk padaku!’’ jawab Kancil menantang.

‘’Hahaa.. lumayan bagus usul mu ini hei binatang kecil’’ Jawab si Babi menyetujui tantangan itu.

Semua binatang kembali ke rumah masing-masing. Mereka sangat tidak sabar menunggu besok melihat pertandingan antara Raja Babi dan Kancil yang kecil.

Beberapa hari yang lalu,Kancil membuat topeng yang mirip dengannya. Topeng tersebut terbuat dari kayu yang sangat keras. Topeng tersebut sangat mirip dengan wajahnya, sehingga setiap orang yang melihatnya tidak akan ada yang tahu bahwa ia memakai topeng, termasuk Raja Babi. Malam harinya Kancil beristirahat untuk mengumulkan tenaganya.

Pagi telah tiba, waktu yang di nantikan pun tiba. Semua binatang sudah berkumpul di tempat pertandingan. Mereka sangat tidak sabar menyaksikan pertandingan yang sangat langka. Mereka mulai bersorak ketika sang Raja Babi tiba. Tidak lama kemudian si Kancil pun tiba.

Penonton bersorak riang dan tepuk tangan terdengar dari semua penonton. Setelah di berikan aba-aba oleh Gajah. Akhirnya, mulailah pertandingan itu. Raja Babi mulai menggeram dan menangkap si Kancil. Namun, si Kancil sangat aneh, ia sama sekali tidak menghindari tangkapan si Raja Babi.

Kancil mulai terlempar beberapa kali oleh serudukan si Raja Babi. Kancil segera bangkit lagi dan lagi. Sementara moncong si Babi merasa kesakitan karena kepala si Kancil sangat kerasa sekali. Karena merasa penasaran Raja Babi menyeruduk Kancil lagi. Kancil pun terlempar lagi, namun ia langsung segera bangun dan kembali menantangnya.

Lama kelamaan, moncong Raja Babi terluka di sana-sini. Sementara si Kancil masih segar. Namun, karena moncongnya merasa sangat kesakitan, ia pun tidak sanggup lagi meneruskan pertandingan. Akhirnya, si Kancillah yang menjadi pemenangnya. Raja Babi pun mengakui kekalahannya dan mengakui bahwa si Kancil lebih kuat darinya.

Tamat.

Pesan Moral:

1. Janganlah suka menyombongkan diri, karena pasti ada orang yang lebih hebat dalam banyak hal dari kita.

2. Tuhan menganugrahi kita sebuah akal dan fikiran yang bisa kita gunakan untuk berfikir bagaimana cara mengatasi permasalahan, bukan hanya sekedar menangis dan mengeluh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Ciri-ciri Dongeng