Dongeng Sebelum Tidur : Putri Berambut Merah dan Burung Berwarna Emas

 



Menceritakan dongeng sebagai pengantar tidur kepada anak merupakan tradisi yang sudah ada sejak ratusan, atau mungkin ribuan tahun lalu, dan itu masih menjadi kebiasaan banyak keluarga setiap malamnya.

Walau terkesan mudah dan sepele, ternyata membacakan dongeng kepada anak dapat menjadi salah satu media komunikasi yang memiliki pelajaran pesan moral. Selain itu, sebuah dongeng juga dapat memberi dampak emosional yang positif kepada anak sebelum tidur.

Putri Berambut Merah dan Burung Berwarna Emas

Pada jaman dahulu di sebuah kerajan di negara Bulgaria, hiduplah seorang putri yang sangat cantik. Putri itu bernama Putri Rose. Ia memiliki rambut merah yang indah. Putri Rose juga memiliki suara yang sangat merdu dan baik hati. Penghuni Istana sangat suka dengan suaranya yang merdu.

Setiap sore, Putri Rose berdiri di balkon Istana untuk bernyanyi. Saat itulah, burung emas akan datang dan menemani Putri Rose. Burung itu akan berdiri di pundak Putri Rose, bergembira mendengarkan nyanyian Putri Rose yang sangat merdu.

Ajaibnya, saat Putri Rose bernyanyi, rambut merah Putri Rose akan bersinar dengan sangat indah. Keajaiban lainnya yaitu penghuni Istana akan bermimpi indah setelah mendengar nyanyian Putri Rose tersebut. Hal itu membuat seorang penyihir jahat iri.

Hal ini karena banyak orang menyukai Putri Rose, sementara dirinya tak disukai siapa pun. Penyihir jahat itu pun mendatangi Putri Rose.

“Aku akan mengubah rambutmu menjadi hitam pekat,” seru penyihir jahat.

Seketika, rambut Putri Rose berubah menjadi hitam pekat. Putri Rose menjadi sangat sedih. Rambutnya tak lagi bersinar seperti dulu. Bahkan saat dirinya bernyanyi, nyanyiannya tak lagi seindah dulu. justru, nyanyiannya membuat penghuni istana bermimpi buruk.

“Aku ingin rambutku kembali lagi seperti semula,” ujar Putri Rose, murung.

“Celupkan rambut hitammu di air yang ada bunga mawarnya. Rambutmu akan kembali seperti semula,” ucap burung emas tiba-tiba.

Putri Rose lalu memetik beberapa mawar di taman Istana. Ia menaruh mawar itu di dalam sebuah baskom yang berisi air: Kemudian, ia mencelupkan rambutnya ke dalam air itu. Olala, rambut Putri Rose kembali menjadi merah mengikiap. Sungguh terlihat indah.

“Terima kasih, burung emas. Kau memang teman terbaikku,” ucap Putri Rose.

Mengetahui hal tersebut, penyihir jahat menjadi kesal. Ia tak menyangka jika sihirnya bisa dimusnahkan dengan air bunga mawar. Putri Rose lalu bernyanyi di balkon Istana kembali.

Wah, rambut Putri Rose kembali bersinar amat indah. Penghuni Istana dan rakyatnya pun bisa menikmati suara Putri Rose yang merdu kembali.Penyihir jahat sangat kesal, karena Putri Rose bisa kembali memiliki rambut merah yang bersinar.

Penyihir itu pun kembaii menyihir rambut Putri Rose menjadi hitam legam. Agar tak ada penawar untuk sihirnya, penyihir jahat itu menghilangkan seluruh bunga mawar di negeri itu.

“Aku tak akan bisa memiliki rambut indah lagi. Hari-hariku akan menyedihkan,” ucap Putri Rose. Putri Rose berdiri di balkon istana. Namun ia berdiri di sana bukan untuk bernyanyi, melainkan untuk menangis. Burung emas juga bersedih melihat keadaan Putri Rose.

Tak lama kemudian, datang seorang pangeran. Olala, pangeran itu membawa sehelai rambut merah Putri Rose. Saat air mata Putri Rose terjatuh, pangeran menaruh sehelai rambut itu pada air mata Putri Rose. Tiba-tiba, sehelai rambut itu berubah menjadi setangkai mawar.

“Ambilah mawar ini untuk menghilangkan sihir yang ada padamu,” ucap Pangeran.

Putri Rose segera mengambil baskom berisi air dan menaruh bunga mawar itu di dalamnya. Aha! Putri Rose kembali memiliki rambut merah yang bercahaya.

“Dari mana kau mendapatkan sehelai rambut Putri Rose?” tanya Raja.

Pangeran itu lalu menjelaskan bahwa dirinya adalah teman Putri Rose sewaktu kecil. Saat kecil dahulu, Putri Rose pernah memberikan sehelai rambut kepadanya. Kini, Pangeran itu hendak mempersunting Putri Rose menjadi istrinya. Namun, ternyata ia datang ke Istana saat Putri Rose sedang kesulitan.

Akhirnya, Putri Rose menikah dengan Pangeran itu. Mereka hidup sangat bahagia. Rupanya, cinta sejati Putri Rose dan pangeran membuat kutukan si penyihir kembali kepada si penyihir sendiri. Alhasil, penyihir jahat itu hancur seketika.

Kini, semua penghuni Istana menjadi sangat gembira. Mereka bisa kembali menikmati suara Putri Rose yang merdu, tanpa adanya penyihir jahat yang mengganggu.

Pesan Moral :

1. Perbuatan yang tidak baik akan mendatangkan hal yang tidak baik pula.

2. Ketika melihat orang lain susah, bantulah dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Dongeng Rusa dan Kura-kura Serta Pesan Moralnya