Dongeng Anak : Kisah Katak dan Putri Cantik


Sudah pernah dengar cerita tentang Katak dan Putri Cantik? Cerita anak yang satu ini menjadi dongeng paling favorit dan bagus karena pesan moral yang terkandung di dalamnya. Penasaran gimana ceritanya? Yuk kita baca bersama.

Kisah Katak dan Putri Cantik

Pada zaman dahulu kala, tinggalah seorang raja yang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Sang raja memberikan sebuah bola emas bertepatang dengan hari ulang tahunnya.

“Selamat ulang tahun putri ku.” Ucap sang Raja.

“Terimakasih ayah.” Jawab sang Putri.

Sang putri sangat senang dengan pemberian ayahnya itu. Saking menyukai bola emas tersebut, hampir seharian sang putri memainkan bola emas tersebut.

Sampai suatu hari, sang putri membawa bola emas tersebut ke taman istana. Akan tetapi, secara tidak sengaja sang putri menjatuhkan bola emas tersebut ke tanah. Bola emas tersebut menggelinding sampai akhirnya masuk ke dalam kolam yang berada di taman istana.

Sang putri merasa sedih dan kecewa, Ia tidak mampu mengambil bola tersebut. Ia pun duduk meratapi bola yang tenggelam tersebut sambil menangis terisak-isak di tepi kolam.

“Kenapa aku begitu ceroboh ?” Ujar sang Putri.

Tak lama kemudian, muncul seekor katak dari dalam kolam.

Kata itu berkata “Hai putri cantik, kenapa engkau bersedih ?”

“Hah? Mengapa katak ini bisa berbicara ?” Ujar sang Putri

“Perkenalkan, saya katak dan inilah aku.” Jawab Katak.

Sang Putri berkata : “Bola emas pemberian ayahku jatuh ke dalam kolam dan aku tidak bisa mengambilnya.” Keluh sang Putri.

“Aku bisa mengembalikan bole emas tersebut, akan tetapi dengan satu syarat.” Pinta sang Katak.

“Karena bola emas tersebut sangat berharga untuk ku, apapun syaratnya akan aku lakukan.” Jawab sang Putri.

“Izinkan aku masuk ke dalam istana putri.” Ujar sang Katak.

“Baiklah.” Jawab sang Putri.

Sang katak pun bergegas masuk ke dalam kolam dan mengambilkan bola emas tersebut. Setelah bola emas tersebut berhasil ia dapatkan, ia pun memberikannya kepada sang putri. Mereka pun berjalan masuk menuju istana.

Ternyata, sang putri tidak benar-benar ingin membawa katak tersebut masuk istana, sang putri berlari meninggalkan sang katak.

Sang kata mengejar dan berteriak “Hai putri cantik, mengapa engkau meninggalkan ku ? Bukankah kau berjanji untuk membawa ku masuk ke dalam istana ?”

“Hahaha… Mana mungkin katak sejek engkau aku izinkan masuk ke dalam istana.” Sorak sang Putri.

Sang katak yang kecewa hanya bisa berdiri diam di tempatnya.

Tamat.

Pesan Moral :

1. Janji haruslah di tepati, karena janji adalah hutang. Jika kamu tidak bisa menepatinya karena suatu alasan maka lebih baik untuk tidak berjanji. Kamu hanya akan mengecewakan orang lain dengan janji yang kamu buat, selain itu kamu juga akan merusak kepercayaan orang lain terhadap dirimu.

Cerita diatas jangan di tiru ya adik-adik, sebisa mungkin kamu harus menepati janji yang telah kamu ucapkan karena janji ada hutang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Dongeng Rusa dan Kura-kura Serta Pesan Moralnya

Dongeng Sebelum Tidur : Putri Berambut Merah dan Burung Berwarna Emas