Dongeng Anak : Kisah Badu Si Anak Rajin

 




Pada kesempatan kali ini, kita akan membaca dongeng anak yang berjudul Badu si anak Rajin. Cerita ini berkisah tentang Badu, seorang anak yang tidak sekolah tetapi tidak membuatnya menyerah untuk belajar. Bagaimana kisahnya? Simak kisahnya dibawah ini ya teman-teman!

Kisah Badu Si Anak Rajin

Di suatu desa, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Badu yang hanya tinggal bersama ibunya. Pagi itu Badu sedang menggembalakan kambing-kambingnya di padang rumput yang luas. Sembari menunggu kambingnya makan, Badu memanfaatkan waktunya untuk membaca buku di bawah pohon rindang.

“Dari pada bosan menunggu, lebih baik aku memanfaatkan waktu yang ada untuk membaca.”Ujar Badu

Kemudian datanglah seorang kakek tua menghampirinya.

Kakek tersebut bertanya padanya “Nak, bolehkan kakek menumpang sebentar duduk di pohon ini?”

Tentu Badu mempersilahkan kakek tersebut untuk duduk, juga menawarkan minum yang ia bawa.

“Tentu saja boleh kek, mari sini duduk disebelah ku. Apakah kakek merasa haus? Ini ada minum yang ku bawa dari rumah tadi. Saya lanjut membaca buku dulu ya kek.” Ujar Badu.

“silahkan nak.” Kata Kakek.

Badu terlihat asyik membaca buku tersebut hingga tidak menyadari jika kakek tadi memperhatikannya.

“Kamu tidak sekolah, nak?” tanya si kakek lagi.

Dengan raut sedikit sedih ia menjawab kalau dia tidak mempunyai uang untuk sekolah. Buku yang ia baca pun hanya pinjaman temannya.

“Badu tidak punya cukup uang untuk bersekolah kek, buku yang sedang Badu baca ini juga bukan milik Badu. Buku ini adalah buku Ari yang Badu pinjam kemarin.” Ucap Badu.

Badu juga bercerita kepada kakek kalau ia ingin sukses suatu hari nanti sehingga bisa membahagiakan ibunya.

“Tapi Badu berjanji, walaupun tidak bisa bersekolah. Badu akan tetap rajin belajar, agar bisa menjadi orang sukses dan membahagiakan ibu.” Ucap Badu lagi.

 Melihatnya yang tetap semangat belajar dan tidak menyerah pada keadaan membuat kakek tersebut terharu. Lalu kakek itu pun berkata,

”Tetaplah giat belajar ya, nak. Ketekunanmu akan membuahkan hasil dan kamu pasti akan menjadi orang yang sukses.” Ucap Kakek.

Keesokan harinya ketika Badu ingin pergi merumput, ibunya berteriak kepadanya dan mengatakan bahwa ia diterima di sebuah sekolah untuk belajar.

“Badu… Kamu diterima di sekolah 123 untuk belajar secara gratis. Ayo siap-siap pergi ke sekolah.” Teriak Ibu.

 Lalu mereka bergegas pergi ke sekolah yang dimaksud. Alangkah terkejutnya Badu ketika mengetahui bahwa kepala sekolah tersebut adalah kakek yang ditemuinya kemarin.

“Loh, kakek bukannya orang yang saya temui ketika mengembala kambing semalam?” Tanya Badu.

“Iya nak, kakek bekerja sebagai kepala sekolah di sekolah 123. Kamu belajar yang rajin ya disini, agar bisa sukses dan membahagiakan ibu mu seperti yang kamu ucapkan kemarin.” Ucap Kakek.

“Baik kek, terimakasih banyak atas kesempatan yang telah kakek berikan. Badu janji akan belajar dengan giat dan menjadi orang yang sukses.” Jawab Badu.

Tamat.

Pesan Moral :

1. Disitu ada kemauan, disitu ada jalan. Jangan menyerah dengan keadaan, teruslah berusaha.

2. Rajin belajar membawa kebaikan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Ciri-ciri Dongeng

TIMUN MAS DAN RAKSASA