Dongeng Anak Fabel: Asal Mula Belang Dikulit Zebra

Asal Mula Belang Dikulit Zebra

Cerita dongeng adalah salah satu cerita prosa rakyat yang bersifat fiktif dan berfungsi sebagai sarana untuk mengajarkan pesan moral kepada anak dengan cara menghibur.

Salah satu jenis dongeng adalah cerita fabel atau cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Hewan yang ada di cerita biasanya akan digambarkan dengan watak dan bersikap seperti manusia.

Pada kesempatan ini kita akan membaca salah satu cerita fabel menarik yang berjudul “ Asal Mula Belang Dikulit Zebra”. Bagaimana kisahnya? Simak pada ulasan dibawah ini ya sobat cerpen!

Asal Mula Belang Dikulit Zebra

Pada zaman dahulu hiduplah seekor zebra. Saat itu hutan yang menjadi tempat tinggalnya mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang begitu lama.

Hal itu membuat zebra dan para binatang lain kesulitan untuk menemukan air. Bahkan seluruh sungai yang ada di hutan sudah hampir kering semua.

Penghuni hutan menjadi kebingungan, mereka ketakutan jika musim hujan tidak kunjung turun maka bisa-bisa seluruh sungai menjadi kering dan mereka tidak tahu lagi untuk mencari air dimana.

Setelah berkeliling ke seluruh area hutan, ternyata terdapat satu lagi sungai di hutan yang masih memiliki air yang banyak.

Sayangnya sungai itu dijaga oleh seekor babun yang galak. Ini menyebabkan para penghuni hutan tidak ada yang berani mengambil air ke sungai itu.

“Aku akan pergi ke sungai itu,” ucap salah satu Zebra.

Beberapa penghuni hutan kaget sekaligus bingung, karena Zebra yang terkenal sebagai hewan yang pendiam kini mengajukan diri untuk pergi ke sungai yang dijaga babun galak.

Tetapi karena keadaan semakin kritis, penghuni hutan tak bisa mencegah Zebra dan hanya bisa mendukung keputusan yang telah diambilnya.

Dahulu Zebra masih memiliki warna tubuh yang putih bersih, sehingga ia terlihat seperti seekor kuda. Setelah berjalan cukup jauh, sampailah zebra di sungai itu.

Rupanya, Babun galak itu tidak ada di tempatnya, sepertinya ia sedang mencari makan. Di tepi sungai, terlihat ada bekas kayu dan abu yang dipakai Babun untuk memasak makanan.

Tanpa berpikir panjang Zebra pun melewatinya saja, karena Zebra sudah sangat haus ia Iangsung meminum air dari sungai itu.

“Ternyata air sungai ini sangat segar, andai saja Babun mau membaginya dengan penghuni hutan lainnya,”gumam Zebra. Setelah selesai berkata-kata, ia pun kembali minum di sungai itu.

Saat sedang menikmati air sungai, tiba-tiba Babun muncul. Ia tampak membawa makanan. Babun kaget melihat Zebra sedang asik minum air di sungai miliknya.

“Hai, apa yang sedang kau lakukan?” seru Babun.

Zebra menoleh ke babun. Zebra hendak menjelaskan kepada Babun. Namun sayangnya, Babun sudah lebih dulu menyerangnya.

Zebra pun terjatuh tepat di tempat biasanya Babun memasak. Akibatnya, tubuh Zebra jadi belang belang akibat terkena abu masakan si babun.

Asal Mula Belang Dikulit Zebra

Melihat tubuhnya yang menjadi bermotif akibat terkena arang, herannya Zebra malah menyukainya. Karena merasa bahagia, ia tidak membalas serangan si Babun.

Setelah si Babun kelelahan melawan si Zebra yang sangat pandai menghindar, akhirnya ia memutuskan untuk menyelesaikan permasalahannya dengan cara berbincang.

Saat itulah Zebra menceritakan nasib teman-temannya yang kesulitan air kepada Babun galak itu. Mendengar cerita Zebra, Babun menjadi kasihan.

Akhirnya ia pun membolehkan penduduk hutan untuk mengambil air di sungai miliknya, dengan syarat tak boleh mengotori sungai.

“Ternyata kau sangat baik, Babun.Terima kasih,” ucap Zebra.

Zebra lalu menyampaikan kabar gembira itu kepada teman-temannya. Mereka senang sekali mendengar berita itu. Akhirnya babun memiliki banyak teman, dan penduduk hutan tak kesulitan air bersih lagi.

Pesan moral:

1. Jangan takut gagal untuk mencoba hal-hal yang baru.

2. Hidup harus saling mendukung.

3. Jangan mudah menilai sifat orang lain hanya karena ucapan orang lain

Demikianlah kisah tentang zebra yang menemukan belangnya. Belang ini didapatkannya dari hasil kebaikannya yang telah membantu teman-temannya untuk menemukan air bersih.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Ciri-ciri Dongeng

TIMUN MAS DAN RAKSASA