Legenda Asal Mula Nama Danau Lipan – Cerita Rakyat Kalimantan Timur

Danau Lipan

Legenda adalah sebuah cerita prosa rakyat yang dianggap dan diyakini sebagai cerita nenek moyang dan benar-benar pernah terjadi.

Legenda hampir sama dengan mite, namun perbedaannya legenda bersifat sekuler atau keduniawian dan terjadi pada masa yang belum terlalu lampau sedangkan mite tidak.

Pada umumnya, legenda disebut juga sebagai cerita rakyat. Biasanya jenis dongeng yang satu ini berisi tentang sejarah atau kisah asal-usul suatu tempat atau budaya masyarakat.

Contohnya Legenda Asal Mula Nama Danau Lipan, nama tempat ini diambil dari cerita rakyat yang berada disekitar daerah tersebut.

Danau Lipan terdapat di daerah Kecamatan Muara Kaman yang terletak di hulu Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Danau Lipan ini berbeda dengan danau pada umunya. Biasanya danau adalah tempat kumpulan air, sedangkan danau yang berada di Kalimantan Timur ini merupakan sebuah padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.

Selintas ketika mendengar namanya maka orang akan berfikir, bahwa tempat wisata ini dipenuhi atau berisi banyak lipan. Padahal nyatanya nama ini diambil dari legenda yang ada.

Pada kesempatan ini, kita akan membaca cerita legenda yang berasal dari daerah Kalimantan Timur. Penasaran dengan kisahnya, untuk itu mari kita bacakan untuk si buah hati.

Legenda Asal Mula Nama Danau Lipan

Pada zaman dahulu, daerah Muara Kaman masih merupakan sebuah lautan luas. Dimana posisi tepi lautnya berada di daerah Berubus.

Di zaman itu berdirilah sebuah kerajaan, yang memiliki dermaga pelabuhan yang sangat ramai dan banyak disinggahi kapal-kapal dari berbagai penjuru.

Sehingga lokasi pelabuhan ini terkenal dimana-mana. Selain itu, putri cantik dari kerajaan tersebut juga tak kalah populernya. Putri itu diberi nama Putri Aji Berdarah Putih.

Konon katanya, nama tersebut diberikan karena ketika sang putri sedang memakan sirih lalu meminum air sepahannya yang berwarna merah, sangkin putihnya kulit sang putri maka akan terlihat mengalir di tenggorokannya.

Berita kecantikan sang Putri yang sangat mengagumkan ini telah tersebar hingga ke negeri Seberang Lautan.

Danau Lipan

Ketika kabar itu sampai ke telinga salah satu raja, maka ia langsung segera membawa pasukannya pergi ke daerah Berubus.

Ia datang dengan membawa jung (sebutan perahu besar buatan Negeri Seberang) yang sangat besar. Kedatangannya mereka disertai tujuan untuk hendak melamar sang putri.

Mendengar rencana kedatangan raja dari Negeri Seberang, ayah dari Putri Aji Berdarah Putih kemudian mempersiapkan pesta besar untuk menyambutnya.

Akhirnya, tibalah Raja Negeri Seberang, kedatangan mereka pun disambut dengan begitu meriah. Banyak makanan dan minuman yang disajikan serta dilengkapi dengan tari-tarian penyambutan.

Akan tetapi, putri sangat terkejut karena kelakuan Raja Negeri Seberang yang sangat rakus ketika memakan hidangan yang disajikan, sampai-sampai ia makan seperti hewan tanpa menggunakan tangan.

"Dasar raja yang jorok dan tidak tahu sopan santun," ucap Putri Aji dalam hati.

Melihat tingkah laku Raja Negeri Seberang itu, Putri Aji merasa jijik. Ia pun merasa terhina, seolah-olah Raja Negeri Seberang tidak menghormatinya dan tidak menyesuaikan diri.

Setelah beberapa lama, tibalah waktu di saat Raja Negeri Seberang melamar Putri Aji. "Hai putri nan cantik jelita, maukah kau menjadi permaisyuriku?"  ucap Raja Negeri Seberang.

Dengan tegas Putri Aji menjawab,"Aku tidak sudi menjadi permaisuri dari raja yang jorok dan tidak tahu sopan santun."

Jawaban Putri Aji membuat Raja Negeri Seberang murka, amarahnya tidak terbendung. Darahnya seolah-olah mendidih dan naik ke ubun-ubun.

Dengan perasaan yang marah dan merasa terhina, ia pun kembali ke negeri asalnya. Ketika sampai ia langsung menyiapkan pasukannya untuk menyerang kerajaan Putri Aji.

Beribu-ribu pasukan Negeri Seberang datang ke kerajaan Putri Aji, maka pertempuran sengit tidak bisa terelakkan lagi.

Melihat kedatangan pasukan itu, dengan segera Putri Aji langsung mengerahkan pasukan terbaiknya untuk menahan serangan dari pasukan Raja Negeri Seberang.

Pertempuran ini pada akhirnya menyebabkan banyak prajurit dari kedua belah pihak yang gugur. Meskipun demikian, Raja Negeri Seberang tetap tidak mau berdamai.

Ia terus menambah pasukannya untuk menyerang pasukan kerajaan Putri Aji. Melihat banyak pasukannya yang gugur, Putri Aji mulai merasa cemas.

Jika peperangan terus dilanjutkan, prajurit Putri Aji yang tinggal sedikit tidak akan mampu membendung serangan dari prajurit Raja Negeri Seberang yang terus bertambah jumlahnya.

 "Wah, gawat, jika terus begini prajuritku dapat habis dan aku pasti akan kalah. Apa yang harus aku perbuat?" tanyanya dalam hati.

Putri Aji mulai mencari ide untuk mengalahkan Raja Negeri Seberang. Setelah berpikir panjang maka ia pun memutuskan untuk menggunakan kesaktiannya untuk mengalahkan lawan.

Diambilnya sirih dari wadahnya, lalu dikunyahlah sirih tersebut sambil mulutnya sibuk berkomat-kamit mengucapkan mantra.

Setelah itu sepah-sepah sirih itu disemburkan ke segala arah oleh Putri Aji, ajaibnya sepah itu berubah menjadi lipan ganas yang memiliki jumlah sangat banyak, bahkan mencapai jutaan.

Lipan-lipan itu menjadi barisan prajurit yang siap menyerang para prajurit Raja Negeri Seberang. Prajurit Putri Aji sangat terbantu dengan adanya lipan-lipan tersebut.

Melihat rombongan lipan ganas dan siap menyerang, prajurit Raja Negeri Seberang lari kocar kacir meninggalkan daerah itu.

Namun serangan lipan-lipan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Lipan-lipan itu tetap terus mengejar hingga sampai ke laut tempat para prajurit Negeri Seberang menyelamatkan diri keatas  jungnya.

Pada akhirnya, akibat serbuan dari lipan-lipan ganas itu, jug besar yang mereka tumpangi menjadi tenggelam ke dalam laut.

Danau Lipan

Akhirnya binasalah seluruh pasukan-pasukan tersebut . Karena cerita tersebut, banyak orang yang menjadi takut untuk pergi ke danau itu.

Maka semakin lama, tempat tenggelamnya jung Raja Negeri Seberang berubah menjadi padang yang sangat luas dan ditumbuhi dengan semak yang menyatu dengan laut.

Oleh sebab itulah, nama tempat itu kemudian diganti oleh masyarakat sekitar menjadi Danau Lipan. Tujuannya agar seluruh keturunannya tetap mengingat tragedi tersebut.

Pesan Moral

1. Perilaku kita dengan orang lain merupakan cerminan karakter yang kita miliki.

2. Dimanapun kita berada, selalu menggunakan tata kerama dan sopan santun.

3. Ketika bertamu, jangan lupa untuk menghormati tuan rumah.

4. Setiap perilaku yang baik akan mendapat ganjaran yang baik juga, dan sebaliknya.

5. Jangan pernah memaksakan kehendak sendiri kepada orang lain.

Nah itu dia cerita legenda asal mula nama danau lipan yang berasal dari cerita rakyat Kalimantan Timur, sekian dulu cerita dongeng anak kita kali ini.

Nantikan cerita dongeng yang lebih menarik lagi, tentunya mengenai kisah yang mengandung pesan moral yang bermanfaat serta dapat menjadi pelajaran bagi si kecil. Sampai ketemu!!

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Ciri-ciri Dongeng

TIMUN MAS DAN RAKSASA