Kisah Persahabatan Antara Tikus dan Singa

Kisah Persahabatan Antara Tikus dan Singa

Para bunda, tahu tidak apa itu dongeng? Istilah dongeng adalah sebuah cerita berisi kisah yang tidak benar-benar terjadi dan sering berisi hal-hal yang sering tidak masuk akal atau bersifat fantasi.

Dongeng mampu menjadi sarana hiburan yang menyenangkan untuk anak-anak, serta juga  dapat memberikan manfaat positif bagi pertumbuhan mereka.

Tidak perlu berlama-lama, yuk kita baca kisah cerita persahabatan antara tikus dan singa untuk buah hati bunda-bunda.

Kisah Persahabatan Antara Tikus dan Singa

Suatu ketika di sebuah hutan yang lebat, hiduplah singa yang perkasa, kuat, dan besar. Semua hewan di hutan takut kepadanya, maka ia pun disebut sebagai sang Raja Hutan.

Singa sendiri dikenal sebagai raja yang mengerikan. Ia sangat gila akan kehormatan dan senang sekali mendapatkan pujian dari seluruh penghuni hutan itu.

Singa sering menghabiskan waktunya melakukan dua hal, yakni  berburu atau tidur.

Tidak ada hewan lain yang berani mendekati sarang singa, apalagi bila sampai mengganggu waktu tidurnya.

Suatu hari, seekor tikus kecil sedang bermain, ia berlari ke sana ke mari. Hingga tanpa sengaja ia masuk ke wilayah sang Singa.

Tikus sangat merasa takut, ia melihat singa besar yang tertidur di sana. Tikus takut membangunkan singa.

“Sepertinya aku harus segera kembali, tempat ini berbahaya” pikir si Tikus.

Tiba-tiba saja suara langkah kaki tikus membuat singa terbangun. Singa geram melihat tikus kecil yang berani masuk ke wilayah miliknya. Apalagi, sang tikus kecil juga menganggu tidur siang sang singa.

Kisah Persahabatan Antara Tikus dan Singa

Singa yang marah pun langsung menangkap hewan kecil itu dengan tangannya. Tikus tidak dapat menghindar hingga akhirnya tertangkap oleh singa.

 “Berani-beraninya kau mengganggu tidurku!” seru sang singa yang sedang marah besar.

“Ma..Ma…Maafkan aku, Tuan, saya tidak bermaksud untuk itu. Saya tidak sengaja masuk ke sini dan mencoba untuk meninggalkan tempat ini,” jawab tikus kecil ketakutan.

“Maaf katamu? Kau pikir aku akan memaafkanmu begitu saja? Aku ini Raja Hutan yang perkasa, tak boleh ada yang menggangguku! Baik itu hewan besar atau bahkan hewan kecil sepertimu!” ucap singa dengan suara yang lantang.

Si Tikus kecil pun makin ketakutan, ia terus mencoba meyakinkan singa agar mau melepaskannya.

“Tuan, tolong maafkan aku. Jangan makan aku! Aku sama sekali tak bermaksud mengganggu tidurmu. Tolong, aku berjanji tak akan masuk ke tempat ini!” ucap tikus sembari menangis dan memohon.

"Diam! Sudah ku bilang aku tidak akan memaafkanmu. Aku kini berpikir untuk menjadikanmu sebagai makan malamku! Hahahaha,” ucap sang Singa dengan jahatnya.

“Aku mohon, Tuan! Jika engkau melepaskanku, aku berjanji akan membantumu dan berguna bagimu kelak ketika kau membutuhkan bantuan. Lagi pula, tubuhku ini sangatlah kecil, tidak akan membuatmu kenyang saat menyantapku nanti,” ucap Tikus mencoba meyakinkan singa.

“Hahahaha, menolongku? Mana mungkin, lihat saja ukuran tubuhmu! Tapi baiklah, aku akan melepasmu tikus kecil. Benar katamu, memakanmu tidak akan membuat perutku kenyang. Sekarang pergi dan jangan kembali lagi ke wilayahku ini!” seru singa sambil melepaskan tikus.

Tikus pun merasa senang dan berterimakasih. Sambil berlari menjauh, tikus memegang janji untung menolong singa di waktu lain ketika ia membutuhkan bantuan.

Beberapa hari sejak kejadian itu, singa pergi keluar sarangnya untuk menghirup udara segar. Sudah beberapa hari ia menghabiskan waktunya tidur dan bermalas-malasan. Inilah waktu yang tepat baginya untuk kembali berburu.

Namun tiba-tiba, kakinya menyandung tali dan mengaktifkan perangkap yang langsung menjeratnya. Singa berusaha keluar dari jebakan pemburu. Ia mencoba mencakarnya dan menendangnya, namun sayang usahanya sia-sia. Singa tetap terjerat dalam jebakan pemburu.

Merasa tak berdaya, singa pun mulai meraung marah. Ia berteriak meminta tolong hingga suara mengerikannya dapat didengar oleh seluruh penghuni hutan.

"Siapapun, tolong aku! Lepaskan aku dari jerat tali ini! Tolong!" teriak singa.

Sayangnya, teriakan singa tidak membawakan hasil apa-apa, semua hewan takut terhadap singa.

Mereka tidak mau melepasnya, karena tahu singa suka berburu hewan untuk menjadi santapannya di hutan tersebut. Hingga pada akhirnya, suara raungan singa didengar oleh si tikus kecil.

Tikus pun berpikir, jika ini merupakan kesempatan baginya untuk membalas budi singa. Tikus segera berlari ke tempat singa dan berniat menolongnya.

Sesampainya di tempat sang raja terjebak, tikus langsung melompat ke atas jala.

Kisah Persahabatan Antara Tikus dan Singa

"Tuan, apakah kamu baik-baik saja? Aku akan segera menolongmu,” ucap tikus.

“Tikus, syukurlah kamu ada di sini. Tolong bantu aku lepas dari ikatan ini tikus. Tidak ada hewan yang mau membantuku,” ucap sang singa.

“Tentu saja! Aku akan membantumu keluar dari jebakan ini. Aku ingin membalas kebaikanmu, karena dulu engkau pernah melepaskanku” ucap tikus kecil yang baik hati itu.

Mendengar ucapan tikus, singa merasa terharu. Ia tak menyangka akan ada hewan yang menganggapnya baik hati.

Padahal, dahulu ia membebaskan tikus hanya karena tubuhnya yang kecil dan tidak dapat dimakan.

Tikus pun segera mengginggit jala untuk membebaskan singa. Satu per satu tali mulai lepas, hingga singa dapat menggerakan tangannya.

Tali lainnya juga ikut terputus, hingga akhirnya singa dapat keluar dari jebakan tersebut dan kembali bebas. Singa merasa senang dan berterimakasih, ia pun segera menghampiri tikus.

“Terima kasih tikus kecil. Aku merasa tersentuh pada kebaikan hatimu. Padahal aku pernah meremehkan dan hendak memakanmu sebelumnya, tapi kamu malah membalas perbuatanku dengan kebaikan. Benar katamu, tubuhmu memang kecil, tapi kamu bisa menyelamatkanku,” ucap singa.

“Tidak apa-apa, Tuan. Ini sudah menjadi kewajibanku untuk menolong sesama makhluk hidup,” jawab tikus.

Setelah kejadian itu, Singa dan Tikus pun berteman baik. sang Raja Hutan kini tidak lagi jahat dan gila hormat. Ia menjadi ramah kepada hewan-hewan di hutan itu, terutama kepada tikus kecil sahabatnya.

Pesan Moral

1. Jangan pernah menyepelekan atau merendahkan orang lain, karena bisa jadi orang tersebut memiliki kemampuan yang tidak kita ketahui.

2. Kita juga tidak boleh sombong terhadap orang yang memiliki kemampuan lebih rendah dari kita, karena bisa saja suatu hari nanti orang itu yang akan menolong kita.

Cukup sampai disini dulu cerita dongeng kita. Dilain waktu kita akan membagikan cerita dongeng menarik lainnya dan yang pastinya memiliki pesan moral yang baik untuk disampaikan ke anak-anak kita.

 Sampai ketemu di cerita dongeng anak berikutnya, see you…

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng Anak : Kisah Keledai Bertelinga Panjang

Dongeng Rusa dan Kura-kura Serta Pesan Moralnya

Dongeng Sebelum Tidur : Putri Berambut Merah dan Burung Berwarna Emas