Kisah Semut dan Merpati


Hai, Bunda-bunda dimanapun berada semoga hari-harinya menyenangkan. Kali ini Cerita dongeng akan berbagi kisah tentang Kisah Semut dan Merpati, serta pembelajaran yang bisa kita temui, serta bunda-bunda juga dapat mengajarkan seperti apa dongeng itu kepada buah hati bunda-bunda.

Cerita dongeng dapat juga di kategorikan sebagai dongeng cerita rakyat, karena kebanyakan cerita dongeng berasal dari cerita suatu daerah tertentu. Ciri-ciri dongeng cerita rakyat sama saja dengan ciri-ciri dongeng yang pada umumnya.

Cerita dongeng merupakan salah satu dari jenis prosa. Prosa adalah karya yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu cerita, ide, atau fakta. Terdapat unsur-unsur prosa yang mendukung dalam pembuatan cerita dongeng, sebagai berikut:

1. Tema

2. Latar

3. Penokohan

4. Sudut pandang

5. Amanat/pesan.


Tidak perlu berlama-lama, yuk kita bacakan Dongeng Semut dan Merpati untuk buah hati bunda-bunda.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pada suatu sore yang indah sehabis hujan, seekor semut pergi ke sebuah sungai. Setiap hari, ia pergi ke sungai yang sama untuk melepaskan dahaga. Semut tidak menyadari bahwa sehabis hujan, arus sungai menjadi Iebih deras.

Saat asyik minum, tanpa diduga ia terbawa arus sungai yang deras. “Aku pasti tenggelam. Tolong aku! Tolong aku!” semut berteriak ketakutan. Tapi, suaranya kecil sekali hingga tidak ada yang mendengarnya.

Sementara itu, seekor merpati sedang bersantai di sebuah cabang pohon. Kebetulan, ia melihat semut yang sedang berusaha menyelamatkan diri dari aliran sungai yang deras. Merpati merasa kasihan. Ia pun memetik selembar daun dengan paruhnya dan menjatuhkannya ke dekat Semut di sungai.

Semut segera naik ke daun itu. Ia mengambang di daun itu sampai akhirnya arus membawanya ke pinggir sungai. Selamatlah nyawa si semut. Ia berterima kasih pada merpati.

“Terima kasih, Merpati yang baik. Kau telah menyelamatkan nyawaku,” katanya. Tapi, tentu saja merpati tidak mendengar suara semut yang kecil.



Beberapa hari setelah kejadian itu, merpati sedang bertengger di dahan yang sama. Ia tidak menyadari ada seorang pemburu yang hendak menembaknya.

Ketika pemburu itu hampir menembakkan senapan, semut menggigit kaki sang pemburu. Pemburu berteriak kesakitan dan menjatuhkan senapannya. Teriakan pemburu mengagetkan merpati yang Iangsung terbang menyelamatkan diri.

“Terima kasih, Semut,” kata merpati. Semut mendengarnya dan ia senang bisa membalas budi pada merpati.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari cerita Dongeng diatas, kita dapat mengambil kesimpulan Kisah Semut dan Merpati, pesan moral Dongeng Semut dan Merpati dan yang lainnya berdasarkan unsur-unsur prosa yang terdapat pada cerita tersebut, sebagai berikut:

1. Tema: Kebaikan yang tidak Sia-sia

2. Latar: Siang dan Sore

3. Penokohan: Semut, Merpati dan Pemburu

4. Sudut Pandang: Orang Ketiga

5. Amanat Kisah Semut dan Merpati: jadilah anak yang pandai membalas budi. Jika kamu ditolong orang lain, ingatlah bahwa kamu juga harus menolong orang lain semampumu. Ingat pula, jika kamu mendapat pertolongan jangan lupa mengucapkan terima kasih.

Nah Bunda-bunda, sekian dulu cerita dongeng anak kita kali ini. Nantikan Cerita Dongeng yang lebih menarik lagi, serta unsur-unsur prosa yang terdapat pada dongeng cerita rakyat selanjutnya. Sampai ketemu!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dongeng "si Kancil dan Buaya"

Ciri-ciri Dongeng

TIMUN MAS DAN RAKSASA